Senin, 16 Juli 2012

melodi ruang seni


melodi ruang seni.

alunan musik mengantarkanku pada lelaki itu.
jemarinya mempermainkan tuts tuts piano dengan lincahnya.
permainannya ringan dan menyenangkan.
meskipun itu hanya sesaat.

suasananya berubah.
jari-jari lentik itu menghantam para tuts.
melodinya menghamburkan lamunanku.
mata kami pun bertemu.
ia menatapku tajam.
seolah tak menginginkan kehadiranku disana.
detik demi detik berlalu.
tatapannya masih sama.

aku menarik nafas panjang.
mendekati pria bermata tajam itu.
ketika bibirku mulai terbuka,
ia membiarkan kata-kataku layu.
dan aku kembali menutup mulutku.

ia berbalik. membiarkanku menatap punggung bidangnya.
memposisikan jemarinya kembali di atas tuts-tuts itu.
kembali mempermainkan mereka.
aku melangkahkan kakiku.
bukan untuk menjauhinya.
aku bertumpu pada tanganku di atas piano itu.
mataku tidak dapat berhenti memandanginya.

by: Mariska Amalia S.

1 komentar:

  1. kalau ini, aku rasa kurang puitis. makanya rajin baca. ngomik wae da kamu mah haha

    BalasHapus