Minggu, 10 Februari 2013

Hujan Pilu

hujan meredam isak ku.
yang dimulai sejak awan menghitam dan kelam menyelimuti.
air mataku jatuh, tetes demi tetes.
seiring hujan turun membasahi bumi.
jejak langkahmu hanyut ditempa rintik hujan yang jatuh berhamburan.
hangat tubuhmu perlahan menjauh dicuri oleh dinginnya hujan.



aku menanti.
tapi aku tak tau apa yang ku nanti.
aku menunggu.
tapi tak ada yang ku miliki untuk aku tunggu.
kehadiranmu tak menyisakan apapun di tanah bumi.
keberadaan mu dihapus oleh hujan yang turun menghantam tubuhku.
guntur memaki ku.
kelam. kaku. pilu.
perlahan, biru mulai menjadi warna kulitku.

hujan.. hujan.. hujan..
dari manakah hujan turun?
dari langit? ataukah dari mataku?
perlahan guntur mulai mengamati aku, pilu.
ia tak memaki ku. ia mengajak awan hitam untuk meninggalkan aku.
air mataku kering.
dingin. kaku. biru.

genangan air menatapku.
menungguku menjumpainya.
seiring rambutku menyapanya,
hujan pun berhenti. menghapus keberadaan ku.

Karya: Mariska Amalia Setiabudi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar