Jumat, 08 Maret 2013

Seonggok Surat Lusuh

Mil, ini bukan kisah hujan, mendung, dan pelangi, ataupun guntur yang memaki. Ini hanya seikat kalimat yang kutulis untukmu..


Untuk Milre Amaiya,

Aku menunggu waktu. Detik-detik yang berlalu seakan runtuh menjatuhiku. Menanyaiku alasan kenapa aku tidak bergegas ke airport, padahal ini sudah hampir waktu penerbangan. Telepon genggam terus bergetar mengoyakku, mengajak untuk beranjak.

Aku menunggumu, Mil.
Apa kamu tahu, bisa jadi ini terakhir kalinya kita bertemu. Bisa jadi, ya, bisa jadi.

Mil, aku akan kangen sama kamu.
Kamu tahu kan, tujuan penerbanganku? Jauh sekali, kan? Makanya Mil, aku akan susah bertemu kakmu, telpon saja akan sangat mahal.

Mil, aku menunggumu.
Kamu tahu kan, sifatku? Aku keras kepala, sama denganmu.

Mil, sebenarnya banyak rahasia diantara kita. Maka dari itu, sebelum aku pergi, aku ingin ada penjelasan.

Aku menunggumu, Mil.


Tertanda: Alma Iran Jahaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar