Jumat, 08 Maret 2013

Tinta-Tinta Surat Cinta

cintamu hilang entah kemana,
dibawa bintang yang jatuh,
hanyut oleh sungai yang mengembara.
sekali lagi,
kata-kata cintamu pudar terhantam derasnya hujan..
langit pun telah mengutuk keberadaannya..
tinta-tinta surat cinta,
luluh terbawa air hujan yang menjemputnya..
surat cinta,
ya, itu surat cinta.
goresan-goresan yang membentuk ungkapan,
kini sudah tak lagi bermakna.
luntur, cinta.
cintaku luntur.
sekali lagi dan untuk kesekian kalinya,
aku tak merasakan manis.
dan surat cinta yang kau tulis,
tak menghilangkan jejak-jejak yang dapat ku telusuri.
hilang, cinta.
tak berbekas, tak membekas.
jangan benci aku, cinta.
deburan ombak menyerukan namamu.
kau dengar itu? ya, itu namamu.
entah mengapa, burung mengicaukan senandung yang biasanya kau nyanyikan.
mungkin badai pun akan membacakan isi suratmu.
petir memanggilku lagi.
cinta, surat cintamu kini ada di tanganku.
mungkin untuk yang kesekian kalinya.
tapi kini ia basah.
amplop putihnya sudah tak lagi putih.
cintamu pun sudah tak lagi tertulis disana.
serpihan surat berisi cintamu kini hanyut terkikis hujan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar