Minggu, 12 Januari 2014

Review: Kyou no Hi wa Sayonara (2013)

Kyou no hi wa sayonara berarti selamat tinggal pada musim ini. Kisah ini diangkat dari novel Oozora e no Tabidachi ~Gan to Tatakai Nagara mo Yume Miteita Mirai oleh Kazuya Miyuki. Bergenre kehidupan.

Film ini mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Fujioka Kouta. Dia memiliki kehidupan yang cukup normal, dengan keluarga yang terdiri dari ayah yang selalu optimis, ibu yang mengkhawatirkan anak-anaknya, dan seorang kakak perempuan yang periang. Ditambah lagi dengan seorang kekasih yang baik, Tanabe Etsuko. Kouta bekerja sebagai asisten koki di sebuah restaurant. Hidupnya begitu normal hingga suatu hari ia pingan karena keluar banyak darah dari hidungnya.


Lymphoma. Penyakit itu penyebab keluar banyak darah dari hidung Kouta. "Ada 80% kemungkinan Kouta bisa sembuh, asal mau diterapi," begitu kata dokternya. Percaya nggak percaya, akhirnya Kouta rela dirawat di rumah sakit. Etsuko sebagai seorang kekasih sering hadir ke rumah sakit untuk menjenguk Kouta. Kondisi Kouta memburuk setelah terapi, tapi kemudian membaik, dan akhirnya diizinkan untuk keluar dari rumah sakit. Namun, ketika check-up, ternyata kondisi Kouta menurun. Kemungkinan sembuhnya tinggal 40%. Ketika Kouta meng-sms Etsuko tentang kondisinya, Etsuko syok dan tidak dapat menemui Kouta lagi.
Di rumah sakit, Kouta bertemu dengan seorang pemuda yang pernah memberinya lemon untuk mengatasi mual karena terapi, Harada-niichan, begitu ia biasa dipanggil oleh pasien anak-anak. haraada mengajari banyak hal tentang kerelaan diri menghadapi kematian. Harada sering datang ke ruang mayat untuk menenangkan diri. Dan di sana, Harada, Kouta, dan dokter konsultasinya, Ohkubo Yuriko bercerita tentang hidupnya.

Kondisi Kouta membaik sejak kakaknya mendonorkan darah untuknya. Setelah itu, Kouta diizinkan keluar dari rumah sakit untuk kedua kalinya. Akhirnya keluarganya mengajak Kouta pergi ke pantai. Namun, di sana, Kouta kembali mengeluarkan banyak darah dari hidungnya, dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Kondisi Kouta menurun lagi menjadi 20%. Kouta divonis usianya tersisa 3 bulan lagi.

Akhirnya, di waktu yang semakin sempit, Kouta memutuskan untuk meninggalkan yang terbaik bagi orang yang ditinggalkannya. Ia memasak sebisanya untuk membagi rasa sayangnya pada keluarganya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yang menarik dari film ini adalah cara Fujioka Kouta dalam menyikapi keadaannya yang baru dan tiba-tiba ia alami. Film ini mengajarkan untuk selalu optimis, bersabar dalam segala urusan, dan pasrah dengan hasil yang akan didapatkan. Kehangatan keluarga yang selalu ada membuat diri merasakan ketenangan.

"Death is not the end," begitu catatan terakhir Kouta di perahu bebek yang pernah ia tumpangi sekeluarga.


Cast:
Ohno Satoshi as Fujioka Kouta
Miura Tomokazu as Fujioka Kenjirou
Kishimoto Kayoko as Fujioka Yasuko
Mimura as Fujjioka Koharu
Fukada Kyoko as Ohkubo Yuriko
Kimura Fumino as Tanabe Etsuko
Yamada Ryousuke as Harada
Shimada Kyusaku as Murayama Hiroki
Mitsushi Ken as Machida Tetsuo
Agata Morio





------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Well, maaf, maaf kalau ada yang kurang atau salah menulisnya... Soalnya nontonnya ga ada subtitlenya jadinya menerawang gitu, hehe..

Dan, yang mau ngintipin filmnya, monggo~

note: semua foto dari google & video dari youtube

Tidak ada komentar:

Posting Komentar