Sabtu, 05 Juli 2014

Review: Yon-bun no Ichi no Kizuna (2004)

Yeeeaaay~ setelah beberapa kali mencari, akhirnya ketemu juga, TV drama spesial-nya Ohno Satoshi sepuluh tahun yang lalu, "Yon-bun no Ichi no Kizuna".

Di google pun susah dicari, namun, dengan bantuan google translate, aku berhasil melacak keberadaannya, yang ternyata nggak susah, di Youtube. Kaget kaget, kan jadinya?
Alhamdulillah, selalu nggak lama setelah nyari, ya.. Tapi, beginilah keadaannya TV drama spesial, apa lagi sepuluh tahun yang lalu, ditambah lagi nggak ngerti bahasa Jepang dan nggak ada terjemahnya.. Hahaha..
Tapi, untungnya ada sinopsis dari seseorang di Internet, jadi lumayan ngerti lah, ya..

Tidak direkomendasikan, sih, cuma mau cerita aja :))
Nah, buat penggemar Ohno Satoshi yang mau tau ceritanya, monggo disimak :))

Seperti yang bisa dilihat dari gambarnya, cerita ini sama sekali tidak mengandung unsur yang membahagiakan. Tapi, cukup bisa diambil hikmahnya, ya (ciri khusus TV drama spesial).

Ceritanya berawal dari kehidupan keluarga Suzuki, dengan seorang ayah yang pemabuk dan suka menyiksa keluarganya, sang ibu tidak bisa tinggal diam. Pada suatu malam, ketika Naoya kecil (OS) dengan muka lebamnya sedang terdidur pulas, sang ibu yang sedang mengandung memutuskan untuk menjerat leher sang ayah dan melarikan diri. Ibu Naoya ingin penderitaan Naoya berakhir dan menyelamatkan bayi yang dikandungnya.

Setelah melahirkan, ibu Naoya dipenjara karena perbuatannya. Namun, meskipun begitu, ia tetap mengirim surat secra berkala kepada Naoya yang ditinggalkannya. Sejak kepergian ibunya ke dalam jeruji besi 8 tahun lalu, Naoya tinggal bertiga bersama sahabatnya, Shota dan Maiko (kekasihnya). Naoya bekerja sebagai tukang servis mobil untuk membiayai hidupnya.

Suatu hari, Shota datang dan memberikan uang 150 juta yen (mungkin) hasil penjualan mobil curian kepada Naoya. [Tapi, di sini aku nggak ngerti uang itu buat apa dan kenapa mereka harus jual mobil curian]. Setelah itu, uang tersebut disimpan oleh Naoya di laci meja di rumahnya.

skip-skip-skip-ketika Shota tidak ada dirumah, Naoya dan Maiko tension up di rumah dan "kau tau apa" terjadi.

Di sisi lain, ternyata adik Naoya hidup bersama orang lain. Setelah kelahirannya di sebuah klinik bersalin, sepasang suami-istri yang tidak punya anak dan mengetahui situasi ibu Naoya mengangkat adik Naoya sebagai anak mereka. Mereka menamainya Misaki (kalau nggak salah). Misaki hidup penuh aksih sayang dari orang tua angkatnya, tetapi ia menderita penyakit yang akut, sehingga ia harus dirawat dioperasi dan membutuhkan donor dari saudara kandungnya.

Ketika Shota kembali untuk menemui Naoya, Shota menyatakan bahwa kegiatannya menjual mobil curian itiu terendus oleh kepolisian. Akhirnya mereka memutuskan untuk melarikan diri dengan sepeda motor. Kejaran polisi mendekat dan membuat mereka kelabakan. Roda slip dan sepeda motor terpuntir. Naoya terpental, sedangkan Shota terbentur tak jauh dari motornya. Shota mempercayakan urusannya yang belum selesai [entah apa, tapi Shota selalu membawa foto yang menjadi alasan ia mencuri mobil dan akhirnya menyerahkannya pada Naoya]. Naoya melarikan diri sambil mengingat masa lalunya, bahwa Shota selalu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Naoya dan Maiko, bahkan hingga akhir hayatnya.

Setelah didatangi oleh polisi, kecurigaan Maiko terhadap Naoya semakin besar, dan ketika ia berusaha
untuk menyangkal dugaan itu, ia menemukan bukti uang di laci meja Naoya. Maiko hanya bisa pasrah ketika Naoya melponnya untuk membawa uang itu padanya. Namun, ia percaya bahwa ada suatu tujuan dari janji Naoya dengan Shota. Dalam kejaran polisi, Maiko tertangkap menyerahkan uang itu pada Naoya. Namun, Maiko berhasil menghalau polisi dan membiarkan Naoya pergi.

Di tengah pelariannya, sebuah mobil hitam datang dan menghampiri Naoya, "Masuklah," begitu katanya. Tanpa berpikir panjang, Naoya mengikuti ajakan pria itu. Ternyata pria itu adalah ayah angkat Misaki (seorang polisi atau detektif, gitu). Pria itu meminta Naoya untuk menyelamatkan adik yang tidak pernah ditemuinya itu.

skip-skip-skip->Naoya bertemu Misaki (pastinya saling nggak tau) di rumah sakit. Namun, ibu angkat Misaki mengenalinya dan membawanya ke ruang periksa. Akhirnya Naoya bersedia menjadi donor untuk
Misaki. Sebagai timbal baliknya, di waktu yang telah ditetapkan, sang detektif mendatangi tempat perjanjian Shota dan menangkap pelaku yang sesungguhnya. Dan pastinya hal ini membebaskan Naoya dari kuntitan polisi lagi.

Di tempat yang lain, Maiko menanti dengan penuh kecemasan. Kecemasan akan hidupnya, kecemasan akan Naoya, dan satu nyawa lagi... janinnya, buah cintanya dengan Naoya. Tanpa mengetahui kapan Naoya kembali, atau akankah Naoya kembali. Namun, ternyata Naoya sudah di dalam rumah dan menyambutnya, "Kini semua sudah selesai. Kita bisa menjemput kepulangan ibuku, dan kita akan tinggal di rumah ini bertiga."
Namun, sambutan Naoya membuat suaranya bergetar. "Bukan bertiga... Bukan bertiga.."

skip-skip-skip->Akhirnya waktu kepulangan ibu Naoya tiba. Narasinya dibacakan oleh Naoya tentang rasa terima kasihnya terhadap sang ibbu yang telah melahirkannya, melindunginya, dan selalu mengkhawatirkannya meskipun ada di balik jeruji besi. Naoya menerima kepulangan ibunya dengan senang hati. [Di sini yang nggak ngerti, ternyata mereka memang pulang berempat, tapi berempat itu Maiko, Misaki, ibu angkat Misaki, dan ibu Naoya. Naoyanya ke mana, nggak tau, dan kenapa Naoya nggak jemput, juga nggak tau. Atau mungkin dia dipenjara karena ikutan kasusnya Shota juga nggak tau.]
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Maaf, atas segala kekurangan dari review ini. Yah, segini lah seadanya dari keseluruhan cerita yang bisa diambil reviewnya. Karena keterbatasan penguasaan bahasa dan terjemah, cukup sekian aja ceritanya, haha.

Soooooo.. sebelum ditutup, ada hikmah yang bisa kita ambil, kan?
-Seorang ibu yang selalu ingin melindungi anak-anaknya.
-Carilah teman yang baik, sehingga akan membawamu ke arah yang baik pula.
-Seorang sahabat itu akan tetap ada, dalam keadaan senang ataupun susah. Maka, perlakukanlah mereka dengan sebaik-baiknya.
-Tepatilah janji.
-Bantulah seorang yang dalam kesulitan dengan mudah, maka kau akan mendapatkan kemudahan pertolongan ketika berada dalam kesulitan.
-Begitulah ibu, meskipun dalam situasi yang terhimpit, ibu akan selalu memikirkan anak-anaknya... Begitu pula, seorang anak harus berlaku yang sama terhadap ibunya..
-Bertindaklah sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan, siapa yang tau usia? iya, kan?
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sekian yang bisa dicurcolkan tentang TV drama spesial kali ini :)) Untuk lengkapnya, bisa dicari dengan huruf hiragana yang bisa dicoba pake google translate (ini metode aku) atau search di Youtube: 四分之一的牵绊.
Matta, nee~
note: semua foto dari google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar