Sabtu, 19 September 2015

Review: Complex (2005)

Mengingat masa lalu... dan komik ini muncul jeng jeng jeng~
COMPLEX by Kumiko Kikuchi, terbitan tahun 2005.

Well, komik ini kayaknya kurang booming, dan tidak diadaptasi ke dalam bentuk anime, TAPI!! Komik ini adalah salah satu komik yang cukup mengobok-obok perasaan aku (HAH?)
Oke, let's start the story~

Suzuki Rin (14) tinggal di pinggiran berdua bersama kakeknya, setelah sang ibu pergi ke Tokyo untuk mencari nafkah. Namun, setelah meninggalnya sang kakek, Rin pergi ke Tokyo dengan bawaan seadanya, tanpa mengetahui di mana ibunya berada. Hanya ada satu hint bagi Rin untuk bisa menemukan ibunya. Tempat kerja sang ibu (Suzuki Miu): Tempat pemotretan.

Di tempat pemotretan itu, Rin yang datang dengan gaya yang udik dan baju olah raga sekolahnya diusih oleh petugas. Seorang model bernama Kyo, model remaja yang usianya  membantu Rin untuk masuk ke tempat yang Rin tuju. Rin melihat ibunya sedang berpose pada studio sebagai model baju renang.

Setelah diajak pulang ke kontrakan ibunya dan bersenang-senang, paginya Rin bangun dengan keadaan yang tidak terduga. Kontrakannya sudah kosong, hanya sepucuk surat yang ditinggalkan sang ibu untuknya, "Pergilah dari sini, ibu sudah berhenti menjadi model. Ibu akan hidup bersama pacar ibu di luar negeri." Masih tercengang membaca surat dari ibunya, tiba-tiba seorang mahasiswa dari agensi sang ibu datang untuk menjemput ibunya. Dia berkata bahwa Miu kabur dari agensinya sebelum kontraknya habis. Jika tidak segera kembali, agensinya akan bangkrut. Dengan terdesak, merasa kasihan dan rasa sayangnya pada sang ibu membuat Rin memutuskan untuk membantu agensi ibunya.
"Aku akan menggantikan ibu untuk menjadi model!"

Bagaimana seorang gadis 14 tahun dengan dadanya yang rata ini menjadi model baju renang untuk agensi ini? Bagaimana Rin menjalani hidup di kota besar dengan gayanya yang udik? Bagaimana Rin hidup tanpa sepeser uang? Bagaimana dengan perasaan yang timbul di hati Ri pada make up artist agensi ini?

--------------------------------------------------------------------------
Komik ini aku baca waktu masih SMP. Ngepas banget sama usia aku saat itu. Oleh karena itu, aku bisa belajar untuk memahami bagaimana kehidupan seorang anak usia 14 tahun secara nyata. Bagaimana hidup tanpa orang tua di desa. Bagaimana hidup dengan bayang-bayang hutang orang tua. Bagaimana hidup memisahkan kerja dan perasaan pribadi.

Nice work, nice story ^^

Tada, Kimi wo Aishiteru (2006)

Film berjudul "Tada, kimi wo aishiteru" atau berarti "aku hanya mencintaimu" ini memiliki judul alternatif, yaitu "Heavenly Forest". Film ini dirilis pada tahun 2006 di Jepang.

Cerita ini menceritakan tentang seorang mahasiswa penyendiri yang menyukai fotografi, kemana pun ia pergi ia selalu membawa kamera, Segawa Makoto. Ia terkadang bela-belain bolos kelas buat foto-foto. Dunianya berubah ketika tiba-tiba bertemu dengan seorang gadis cupu yang selalu ingusan yang berusaha nyebrang di zebra cross yang nggak pernah diperhatikan orang (ga ada yang mau berhenti). Gadis itu ternyata adalah mahasiswa seangkatan dia yang punya jurusan yang sama, Satonaka Shizuru. Setelah lihat Makoto masuk ke hutan terlarang, Shizuru ikutan masuk dan jadi suka ngikutin Makoto.

Makoto yang selalu pake salep anti gatal ini sangat khawatir dengan aroma salep yang dia pake, takutnya malah bikin bau, makanya dia selalu menyendiri. Makoto sangat kaget waktu Shizuru nempel terus sama dia. "Kamu jangan dekat-dekat, aku ini bau."
Dan jawaban Shizuru adalah "Aku ini pilek akut, jadi kamu ga perlu khawatir."
Jawaban itu membuat Makoto tenang, karena Shizuru tidak terganggu sama dia. Padahal salepnya nggak bau, hehe). Shizuru juga memiliki suatu penyakit yang membuatnya harus terus meminum obat untuk bisa berumur panjang, karena obat itu juga maka tubuhnya tidak bisa tumbuh dewasa seiring dengan bertambah usianya. Ia bilang bahwa ia akan meninggal apabila ia jatuh cinta.

Kebersamaan ini membuat Shizuru selalu bilang bahwa ia menyukai Makoto, tapi nggak pernah ditanggapi Makoto dengan serius. Alasannya karena Shizuru sangat kekanak-kanakan dengan penampilan yang bocah banget. Selain itu, Makoto juga memiliki orang yang dia suka, Toyama Miyuki, seorang mahasiswa yang cantik dan modis.

Cerita berubah setelah Shizuru memutuskan untuk minggat dari rumah, kemudian ditampung oleh Makoto di kostannya. Shizuru semakin sering bilang "Suatu hari kau akan menyesal telah menolak cewek secantik aku," karena selalu ditolak oleh Makoto. Kemudian ketika Makoto tau bahwa Shizuru minggat dari kostannya tanpa jejak. Lalu dalam beberapa tahun, Makoto menemukan pameran foto karya Shizuru di Amerika. Bagaimana Makoto menemui Shizuru? Apa alasan Shizuru meninggalkan Makoto tanpa pesan?

--------------------------------------------------------------------------------
Ceritanya secara keseluruhan punya genre roman remaja yang diangkat dari novel berjudul Renai Shashin: Mou Hitotsu no Monogatari (Collage of Our Story: Another Story) karya Ichikawa Takuji. Ceritanya nggak bikin banyak mikir kayak di film detektif, nggak banyak konflik kayak sinetron, dan menyenangkan, karena terbilang berbeda dari cerita roman pada umumnya. (+) siap-siap menyesal

Nice movie ^^

Selasa, 11 Agustus 2015

Introduction: Sakurazawa Yuuta (桜沢雄太)

Sakurazawa Yuuta (桜沢雄太) adalah tokoh dari "Salju Merah Muda" yang belum pernah dirilis, sih, hehe. Well, ini salah satu cerita yang aku suka. Cerita ini ditulis berawal dari karena mau ikutan lomba cerpen tenatang musim, tapi nggak jadi di-submit, karena ini dan itu, haha.

Okay, let's begin the introduction  dari seorang kenalannya <3
- - -
Sakurazawa-kun itu sangat rapi. Ya, sebagai seorang seniman, rapi memang diperlukan, untuk menjaga hasil karyanya yang sangat berharga.
Pertemuan yang berawal dari kontrak kerja ini membawa aku jatuh cinta pada salah satu hasil jepretannya. "Haru no matsuri (春の祭り)" artinya festival musim semi. Aku yang nggak pernah datang ke festival, karena sibuk dengan kerjaanku, jadi merasa kecewa sendiri waktu tau kalau ternyata festival itu terlihat sangat menyenangkan. Rasa kesal membuat aku menjadi menggebu-gebu sendiri. Aku ajak Sakurazawa-kun untuk HARUS MAU  menemani aku ke festival musim semi selanjutnya.
---the response is: Yes.---
TAPI aku harus selesaikan tugasku terlebih dahulu, supaya nggak kepikiran waktu ke festival.
---my response is: OKE!---

"Sakurazawa-kun", kepanjangan nggak, sih? Tapi, kalau manggil nama kecilnya... Anu.. Mm.. Nggak jadi deh. //blush//

Sakurazawa-kun itu... Apa yang aku suka dari dia? Hm.. AH! Luarnya cool. (titik, ya.) As I can see, memang parasnya biasa aja, tapi cool. As a mature guy, dia punya pola pikir yang tenang, cara ngomong yang enak, dan! LAIN LAH. //huahahaha//

Senin, 03 Agustus 2015

Review: Barakamon (2014)

BARAKAMON~
Wait, ini bukan cerita macam Pok*mon atau Dig*mon, ya. Ini Barakamon! Let me introduce you to the main protagonist, ehm..

HANDA Seishuu
Anak muda berusia 23 tahun ini adalah seorang kaligrafer (?). Handa selalu menargetkan dirinya untuk mendapatkan juara 1 pada setiap kompetisi yang ia ikuti (poko'e harus menang!).

Pada episode 1, kaligrafi Handa yang sudah berhasil meraih juara 1 dicemooh oleh direktur penyelenggara kompetisinya. Sang direktur bilang bahwa Handa hanya menirukan gaya kaligrafi ayahnya, Handa Seimei. Handa hanya menjiplak kerja ayahnya, layaknya anak sekolah yang menjiplak kaligrafi dari buku sekolah. Handa langsung menonjok wajah direktur itu sampai terjatuh.


(Sumber: https://yamaguchihoshiko.files.wordpress.com/2014/08/screen-shot-2014-08-01-at-11-44-38-pm.png)

Menyadari sikap anaknya yang sangat kekanak-kanakan, Handa Seimei mengirim anaknya ini ke pulau Goto, sebuah pulau terpencil yang berada di dekat Kyuushuu. Sejak saat itu, Handa mulai belajar untuk menjadi orang yang dewasa.

Well, sebenernya bukan kemauan Handa untuk menjadi lebih dewasa di pulau Goto. Ayahnya bilang bahwa Handa harus mencari style-nya sendiri, yang bisa ia dapatkan setelah datang ke pulau Goto. TAPI!! Handa malah bertemu dengan anak-anak cewek SMP, Miwa dan Tamako, serta anak SD, Naru, yang menggunakan rumah tinggal Handa sebagai basecamp mereka. Selain itu, berkat mereka, Handa jadi di"gandoli" sama anak-anak lain, kayak di gambar ini ---->>>
(Sumber: http://wanabrar.com/blog/wp-content/uploads/2014/08/410.gif)

Hidup Handa berubah 180 derajat! Dari yang tadinya tinggal di Tokyo sebagai anak kesayangan satu-satunya yang punya banyak hal yang bisa dituruti. Punya komputer, online, HP, dll. Hidup sebagai anak yang kurang gaul dan jarang ngomong. Setelah dia pindah ke pulau Goto, dia harus mau dikerubungin orang desa yang suka ngasih makan, anak-anak kecil yang suka ngajak main, dan terputus dari internet setelah badai besar dan semua barang elektroniknya rusak. Handa... sabar, ya..

Benarkah Handa akan menemukan style-nya setelah pindah ke pulau Goto? Dengan adanya bocah kayak begini??

(Sumber: https://38.media.tumblr.com/022fd76c7878deba1f358e8066302b91/tumblr_nq4dhnwilP1tgx9xno2_500.gif)

Minggu, 24 Mei 2015

Review: 14 Sai no Haha (2006)

14 Sai no Haha atau Ibu Berumur 14 Tahun. Dari judulnya kontroversi sekali, bukan? Ya, begitu juga dengan ceritanya. Tarik nafas dulu, ya.. Hafuh.. Hafuh.. Right, sekarang coba dilihat dulu gambarnya :)



Cerita ini dimulai dengan kehadiran sang tokoh utama, Ichinose Miki (14 tahun), seorang siswi SMP khusus perempuan yang elite. Miki memiliki karakter yang agak nakal dan suka mencoba untuk melanggar peraturan sekolah. Dengan hobinya berbicara panjang, ia menjadi salah satu penyiar radio sekolah, yang sering diomeli gurunya karena cara ngomongnya yang nyeleneh.

Di sini ada tokoh utama pria, seorang siswa tampan dari SMP elite, teman les Miki, Kirino Satoshi (15 tahun), anak dari seorang single parent pemimpin sebuah perusahaan ternama yang sering masuk TV, Kirino Shizuka (33 tahun). Satoshi atau akrab juga dengan panggilan "Kiri-chan" atau "shounen" (cowok) ini merupakan orang yang sangat dimajakan dengan uang oleh ibunya. Hal itu membuat Satoshi cukup marah dan berusaha melakukan hal yang tidak diinginkan oleh ibunya.

Di hari les, Satoshi sangat down karena perbuatan ibunya, akhirnya Miki mengajak Satoshi untuk bolos les bersama dan pergi ke game station, Satoshi bermaksud untuk menjadi anak nakal dan menghabiskan uang dari ibunya. Tiba-tiba mereka dihampiri sekumpulan preman yang mengejar mereka dan memukuli Satoshi. Mereka kemudian kabur dan masuk ke sebuah rumah pohon. Di sana mereka saling khawatir dan kemudian tertawa bersama. Sambil memandangi langit yang menggantung di sana bulan purnama, mereka berbaring dan mereka melakukan -something they shouldn't do-. "Aku pikir.. kita tidak seharusnya melakukan ini.." "Aku tidak tahu.."

Dua bulan setelah itu, Miki sadar bahwa dia terlambat datang bulan. Dia berusaha bertemu dengan Satoshi dan mengajaknya bicara.. "Apa kau suka anak-anak? Umur berapa kau ingin menikah? Apakah kau ingin menikah?". Namun, jawaban Satoshi, "Aku tidak suka, mereka berisik. Aku.. tidak ingin menikah. Setelah melihat ibuku seperti itu, aku tidak pernah ingin menikah."

Miki kemudian pergi ke drug market untuk membeli test pack. Sayangnya, uangnya tidak cukup. Akhirnya, ia pergi dari sana dengan test pack yang ia selundupkan ke dalam bajunya. Setibanya di rumah, Miki langsung menggunakannya. Dan hasilnya... dua garis, positif. Ia pergi lagi menemui Satoshi untuk menyatakan perasaannya dan jawaban Satoshi, "Aku juga suka sama kamu.." dan ketika Miki bilang bahwa ia hamil, Satoshi bilang, "Aku akan pikirkan dulu, esoknya "Maafkan aku.."

Pertarungan Miki dimulai di sana. Orang tuanya tercengang menemukan test pack di kamar Miki. Semua orang menyuruhnya untuk cepat-cepat menggugurkan kandungannya. Namun, Miki tidak menggubris, ia teguh pada pilihannya, "Aku akan melahirkan anak ini". Miki keluar dari sekolah, mendapat pandangan sinis dari tetangga dan semua orang yang melihatnya. Adiknya, Kenta (siswa SD), dijauhi karena kakaknya hamil. Dan banyak perlakuan buruk yang terjadi pada kesehariannya. Berubah 180 derajat. Di sisi lain, keluarga Kirino juga diserang oleh sebuah majalah yang mengungkit adanya kasus anak umur 15 tahun yang menjadi seorang Papa. Kerjaan orang tua Satoshi pun dalam kondisi yang sulit, sehingga ibunya stres.

Sabtu, 21 Februari 2015

Review: Letters From Iwo Jima (2006)

Letters from Iwo Jima! Filmnya Ninomiya Kazunari! Wow~ Wow~

Dari film ini aku belajar bagaimana perasaan orang-orang yang hidup di zaman perang. Bagaimana mereka harus beralih profesi menjadi tentara perang yang mengorbankan dirinya dan meninggalkan keluarga tercintanya.

Film ini dibuat berdasarkan oenemuan para arkeolog di pulau Iwo Jima. Di Iwo Jima terdapat gua-gura yang diperkirakan merupakan tempat persembunyian orang Jepang saat melakukan perang dengan orang Barat (aku nggak hafal di mana, hehe). Di sana ditemukan kumpulan surat yang terpendam.

Yah, karena nontonnya lagi-lagi ga dapet translasinya, jadi meraba-raba gitu deh.. Haha Tapi, tetep feel-nya dapet. Keren deh! Apalagi sama cerita perang dan cinta yang kental, huhuhu.
Awalnya aku nonton ini karena ada oom Nino. Tapi ternyata ukan cuma oom Nino yang acting-nya bagus, lho. Aku suka semuanya!

Ceritanya berawal dari kondisi Jepang yang semakin bahaya karena akan adanya serangan dari Barat. Kediaman keluarga kecil oom Nino (Saigo), yang didatangi oleh seorang ibu tua dan seorang tentara. Mereka bilang bahwa Saigo harus ikut menjadi tentara untuk memenuhi kekurangan tentara. Dengan berat hati, Saigo berpamitan dengan istrinya, Hanako, yang sedang hamil besar.

Di Iwo Jima, Saigo berteman dengan tentara-tentara panggilan di sana. Mereka bertugas untuk membangun gua persembunyian dan belajar menggunakan senyata api. Mereka dipimpin oleh seorang Jendral yang gagah, Kuribayashi Tadamichi, yang kabarnya pernah belajar mengenai ketentaraan di Barat sana. Di masa pembangunan ini, tenara-tentara panggilan seperti Saigo yang rindu pada keluarganya difasilitasi untuk dikirimkan surat kepada keluarganya. Saigo pun menuliskan surat untuk istrinya tercinta, Hanako.

Semuanya masih tenang, sampai akhirnya pasukan Barat datang dengan puluhan kapal perang dan pesawat tempurnya. Peperangan menumpahkan darah ratusan orang dari pihak Jepang maupun Barat. Hal ini menggoyahkan hati para tentara Jepang. Mereka yang mempunyai pemikiran "daripada mati dibunuh musuh, lebih baik mati bunuh diri", akhirnya banyak diantara mereka yang memilih untuk membunuh dirinya. Tetapi, Jendral Kuribayashi tidak menginginkannya. Jendral Kuribayashi ingin "siapapun orang yang bisa bertahan, maka bertahanlah, bantulah perang hingga titik darah penghabisan". Begitu pula yang dipikirkan Saigo. Ia terus melanjutkan peperangan meskipun luka sudah sekujur tubuh, tanpa alat perang, dan air minum...

Kamis, 12 Februari 2015

Review: My Girl (2009)

My Girl.. Yang terbayang dari judulnya adalah kisah cinta seorang pria pada seorang wanita, iya, nggak? Hm.. Itu juga yang aku pikirkan sebelumnya. Komik My Girl karya Sahara Mizu ini pertama kali aku baca karena ada versi J-dorama-nya, yang diperankan oleh Aiba Masaki (Arashi) sebagai tokoh utama. Tapi, lama kelamaan, aku menyukai kedua versinya. Serial ini memberikan banyak pengalaman yang belum pernah aku alami, pengetahuan yang belum aku ketahui, dan perasaan yang belum pernah aku coba rasakan.

Dari cover yang ada, nih.. The "girl" adalah gadis mungil itu. Hehe. Mungkin karena rasa penasaran yang lebih tentang seorang anak-anak, aku mulai menyukai serial ini.

Prolog...

Kazama Masamune, seorang pekerja kantoran single berusia 23 tahun. Masamune sangat kaku terhadap orang, ditambah lagi dengan kacamata yang bertengger di depan matanya, Masamune menjadi terlihat "cupu". Oke, meskipun ia terlihat begini, di masa SMA-nya, Masamune pernah memiliki seorang kekasih bernama Tsukamoto Youko yang berusia 4 tahun di atasnya. Mereka bertemu di perpustakaan kampus Youko saat Masamune sedang persiapan untuk masuk universitas. Lambat laun mereka mendekat dan cinta terjalin di antara keduanya. Youko pernah bilang bahwa ia ingin tinggal bersama Masamune suatu saat nanti di sebuah apartemen butut di dekat persawahan. Senyum mereka rasanya tertebar sepanjang perjalanan mereka melalui persawahan itu.

Namun, kisah cinta mereka berakhir karena alasan Youko yang tidak mudah diterima oleh Masamune. "Aku akan ke Amerika. Aku mungkin akan kerja sekalian di sana. Jangan tunggu aku kembali. Mungkin aku tidak akan kembali", kata Youko. Tetapi, Masamune menghampiri Youko, ia berkata dengan yakin, "Aku akan menunggu. Berapa tahun pun akan aku tunggu. Aku akan kirimkan surat padamu setiap hari. Maka kembalilah. Aku akan menunggu."
Yah, begitu kilas baliknya. Kini Masamune sudah berhenti mengirimi Youko surat. Kenapa? Karena tak satupun surat yang ia kirim selama 4 tahun tanpa henti itu.. tak pernah mendapatkan balasan dari kekasihnya. Namun, Masamune tetap mengingat Youko.

Di tengah bengongnya Masamune di kantor, Masaumune mendapat panggilan telpon ke kantor. Yang menelponnya adalah "Tsukamoto". Setelah mendapat telpon itu, Masamune bergegas meninggalkan kantornya dan datang ke kediaman keluarga Tsukamoto. Di sana.. sedang diadakan pemakaman Youko. Merasa tak percaya. "Bukankah selama ini Youko ada di Amerika?"

Ibu Youko menghampiri Masamune. Ibu Youko menjelaskan bahwa selama ini Youko tinggal di sini. Dia pergi ke Amerika hanya sebentar. Dia bekerja di sekitar sini juga. Dia tinggal di sini bersama putrinya, Koharu, usianya 5 tahun. Putri? Jadi selama ini ia meninggalkan aku karena ia sudah memiliki seorang putri? Ia tidak pernah membalas suratku karena ia tidak ada di Amerika? 5 tahun itu setara dengan waktu perpisahan kami. Jadi.. Jadi..?

"Masamune-san.. putri Youko.."
"Iya. Dia pasti meninggalkan aku karena ia sudah dengan yang lain."
"Bukan. Masamune-san.. kau adalah ayahnya."

Minggu, 08 Februari 2015

Review: Papa to Musume no Nanokakan (2007)

Papa to Musume no Nanokakan artinya adalah Tujuh Hari Papa dan Putrinya.


Cast:
Tachi Hiroshi as Kawahara Kyoichiro
Aragaki Yui as Kawahara Koume
Kato Shigeaki as Osugi Kenta
dll.


Hooray! Setelah sekian lama pending mau nge-review dorama ini, akhirnya lanjut juga (^ u ^)

Yup, dari judul dan gambarnya kayaknya udah ketahuan, nih. Tujuh hari ayah dan putrinya.
Kawahara Koume, seorang siswi SMA yang sedang berbunga-bunga hatinya. Layaknya gadis remaja di masa puber pertamanya, Koume sedang jatuh cinta pada sang kakak kelas, Kenta. Masa -masa PDKT dengan si senpai dan bertingkah layaknya seorang remaja putri pada umumnya. Tetapi, Koume punya masalah di keluarganya. Ia tidak akur dengan ayahnya. Ya, layaknya seorang remaja putri, ia tidak ingin dekat-dekat ayahnya yang terlihat seperti lelaki tua yang penampilan dan pikirannya "kolot".

Suatu hari, ketika Koume mengunjungi rumah neneknya di perkampungan yang dalam, pulangnya ia hanya pergi berdua dengan ayahnya naik kereta. Itu.. karena Koume harus sekolah dan ayahnya harus kerja. Mereka duduk berjauhan. Sebelum pulang, ayahnya, -sebut saja Papa- diberi oleh-oleh oleh ibunya, buah momo. Buah momo itu dianggap memiliki kekuatan yang dapat mengabulkan permohonan yang memakannya. Di kereta, akhirnya Papa berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan sang putri. Ia mengajak Koume untuk makan buah momo bersama. Namun, tiba-tiba kereta yang mereka tumpangi itu kecelakaan sedang mereka dalam posisi berpelukan sambil menyebut nama masing-masing. "Koume~", "Papa~"

Koume dan Papa tersadar di sebuah ruang rumah sakit. Mereka mendapatkan luka ringan sehingga mereka bisa langsung pulang. Tapi... Kenapa Papa ada di tubuh Koume dan Koume ada di tubuh Papa???

Sabtu, 07 Februari 2015

Review: Amnesia (2013)

Amnesia.. Hilang ingatan.. Ya, itulah yang terjadi pada tokoh utama cerita ini, amnesia.
Anime amnesia adalah adaptasi dari game visual novel dengan judul yang sama, Amnesia. Amnesia.. Amnesia.. Amnesia..


Amnesia adalah masalah pokok yang dihadapi oleh si tokoh utama, teteh cantik yang pendiam ini. Teteh ini memang tidak dirancang untuk punya nama (sepertinya), karena sepanjang cerita, tidak ada yang menyebutkan namanya dan dia sendiri tidak mengingatnya. Oke, kita sebut saja Heroine (tokoh utama wanita).

Diketahui bahwa Heroine adalah seorang mahasiswi yang bekerja sampingan sebagai waitress di cafe maid, "Meido no Shitsuji". Setelah mengalami amnesia, Heroine memiliki kemampuan untuk melihat dan berkomunikasi dengan spirit berwujud bocah laki-laki bernama Orion. Heroine mendapatkan saran dan menjadi teman ngobrolnya dalam kebingungan. Dalam kebimbangannya, Heroine berusaha untuk bisa mendapatkan lagi ingatannya yang hilang.

Pada episode 1, 4 Agusus, Heroine pingsan di cafe tempatnya bekerja, tetapi ketika ia sadar, ia tidak kenal siapapun. Amnesia. Heroine hanya memiliki serpihan-serpihan ingatan yang muncul, tetapi tetap belum bisa membantunya mengingat. Tanpa ada yang menyadari hal itu, akhirnya Heroine diantar pulang oleh dua pekerja paruh waktu lainnya, Shin dan Toma. Dari obrolan mereka, mereka bertiga adalah teman sejak kecil. Heroine yang tidak dapat mengikuti percakapan memuat orang-orang disekitarnya menjadi resah dan merasa ada yang ganjil dengan Heroine.

Tanpa mengetahui apa-apa, Heroine diberi tahu bahwa para pekerja paruh waktu di cafe tersebut akan melakukan wisata. Malamnya mereka pergi ke gunung untuk melihat hujan meteor dengan jelas. Ketika Heroine sedang ngobrol dengan Orion di belakang rombongan, tanpa sadar, ternyata Heroine telah tertinggal rombongan dan hanya berdua dengan Shin. Mengingat serpihan ingatan Heroine terhadap Shin ".. ku... sudah membunuh orang..", Heroine ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri dari Shin. Namun, sayang.. Heroine jatuh ke dalam jurang.

Sesadarnya Heroine, ia berada di atas kasur rumah sakit dengan perban di lehernya. Shin datang menjenguknya. Namun, ada hal yang membuat ganjil.. Kalender menyatakan hari itu adalah tanggal 1 Agustus.
"Kau bengong saja, sudah bangun?"
Menghadapi keganjilan itu, Heroine hanya bisa diam, berpikir keras tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"hm.. Sini, biar aku bangunkan kau..", kemudian, Shin mencium Heroine.

Jumat, 06 Februari 2015

Review: Sket Dance (2011)

SKET DANCE!!!


Yeaaaay~!
Bossun, Himeko, Switch - Trio dari club penolong dari sekolah Kaimei High School. Trioul ini gabungan orang-orang yang punya waktu luang yang sangat luang. Saking luangnya, akhirnya mereka membentuk club penolong sekolah, khususnya untuk sekolahnya sendiri.

Meskipun terkesan gabut, SKET Dan ini punya ruang klubnya sendiri, lho~ dilengkapi dengan tatami, komputer, loker, meja, kursi, dan perlengkapan nge-teh.

Anime - Manga ini cocok buat yang suka cerita TROLL [huahahahahahaha]

SKET Dan = klub SKET
S: Support
K: Kindness
E: Encouragement
T: Troubleshoot

Tokoh utamanya yang juga pendiri SKET Dan ini bernama Fujisaki Yuusuke a.k.a. Bossun. Seperti isa dilihat sendiri di gambar, dia pakai topi merah Popman, google, kaos yang offside dari seragamnya, celana pendek, sendal (?), dan hand band berlogo SKET design-nya sendiri. Bossun ini adalah karakter boke, yaitu suka ngelawak. Muka Bossun bisa berubah-ubah, lho. wkwkwk. Selain itu, Bossun punya keahlian, yaitu konsentrasi penuh. Kalau Bossun udah masuk mode konsentrasi, pasti masalah yang ia sedang pecahkan akan terpecahkan, termasuk soal matematika. Plus, Bossun jago bikin origami!

(Ini contoh muka Bossun)

Kamis, 05 Februari 2015

Review: Shingetsutan Tsukihime

Shingetsutan Tsukihime atau Lunar Legend Moon Princess adalah anime yang diadaptasi dari visual novel ber-genre fantasi - roman. Shingetsutan Tsukihime juga diadaptasi ke dalam bentuk manga dengan judul yang sama.

Gabungan antara thriller, roman, school life, misteri, fantasi, dan keluarga membuat anime ini berhasil buat aku jadi very excited~ !!

Kisahnya berawal dari pernyataan sang tokoh utama, Tohno Shiki, yang baru sadar dari kondisi koma-nya. Dokter bilang Shiki menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan ada kaca yang menancap pada dadanya, sehingga terdapat luka besar di dadanya. Namun, selain mendapatkan luka tersebut, Shiki menjadi bisa melihat garis-garis gaib. Garis itu hanya dapat dilihat oleh mata spesial "Pengelihatan Akan Kematian". Garis-garis itu adalah garis kehancuran yang sangat mudah diputus, bahkan dengan pisau buah sekalipun.

Shiki kemudian bertemu seseorang bernama Aoko yang memberi dia kacamata spesial yang dapat membuat Shiki tidak dapat melihat garis kematian tersebut. Sejak saat itu, Shiki terus menggunakan kacamata tersebut.
Kecelakaan yang dialami oleh Shiki membuat tubuhnya lemah dan memiliki anemia, sehingga ia sering pingsan. Oleh karena itu, orang tuanya memindahkannya ke rumah keluarga kerabatnya, Arima, untuk dirawat. Selain itu, orang tuanya tidak menjadikan Shiki menjadi penerus keluarga Tohno, melainkan adiknya, Akiha.

Cukup dengan background kehidupan Shiki.

Cerita ini dimulai dengan kehiduppan Shiki delapan tahun setelah kecelakaan itu. Shiki diminta adiknya untuk kembali tinggal di mansion keluarga Tohno untuk menemaninya sepeninggal orang tuanya. Ketika Shiki pulang lebih cepat dari sekolah karena anemia, ia melihat seorang wanita berambut pirang dan bermata merah lewat di hadapannya. Sontak membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya, tapi ini bukan karena Shiki jatuh cinta pada pandangan pertama! Melainkan hasrat ingin membunuhnya timbul. Ia melepas kacamatanya dan mengejar wanita itu. Saat ia sadar, ia sudah di taman, dengan wanita yang telah terpotong menjadi 17 bagian di hadapannya. Kemudian Shiki pingsan di kubangan darah wanita itu.