Sabtu, 21 Februari 2015

Review: Letters From Iwo Jima (2006)

Letters from Iwo Jima! Filmnya Ninomiya Kazunari! Wow~ Wow~

Dari film ini aku belajar bagaimana perasaan orang-orang yang hidup di zaman perang. Bagaimana mereka harus beralih profesi menjadi tentara perang yang mengorbankan dirinya dan meninggalkan keluarga tercintanya.

Film ini dibuat berdasarkan oenemuan para arkeolog di pulau Iwo Jima. Di Iwo Jima terdapat gua-gura yang diperkirakan merupakan tempat persembunyian orang Jepang saat melakukan perang dengan orang Barat (aku nggak hafal di mana, hehe). Di sana ditemukan kumpulan surat yang terpendam.

Yah, karena nontonnya lagi-lagi ga dapet translasinya, jadi meraba-raba gitu deh.. Haha Tapi, tetep feel-nya dapet. Keren deh! Apalagi sama cerita perang dan cinta yang kental, huhuhu.
Awalnya aku nonton ini karena ada oom Nino. Tapi ternyata ukan cuma oom Nino yang acting-nya bagus, lho. Aku suka semuanya!

Ceritanya berawal dari kondisi Jepang yang semakin bahaya karena akan adanya serangan dari Barat. Kediaman keluarga kecil oom Nino (Saigo), yang didatangi oleh seorang ibu tua dan seorang tentara. Mereka bilang bahwa Saigo harus ikut menjadi tentara untuk memenuhi kekurangan tentara. Dengan berat hati, Saigo berpamitan dengan istrinya, Hanako, yang sedang hamil besar.

Di Iwo Jima, Saigo berteman dengan tentara-tentara panggilan di sana. Mereka bertugas untuk membangun gua persembunyian dan belajar menggunakan senyata api. Mereka dipimpin oleh seorang Jendral yang gagah, Kuribayashi Tadamichi, yang kabarnya pernah belajar mengenai ketentaraan di Barat sana. Di masa pembangunan ini, tenara-tentara panggilan seperti Saigo yang rindu pada keluarganya difasilitasi untuk dikirimkan surat kepada keluarganya. Saigo pun menuliskan surat untuk istrinya tercinta, Hanako.

Semuanya masih tenang, sampai akhirnya pasukan Barat datang dengan puluhan kapal perang dan pesawat tempurnya. Peperangan menumpahkan darah ratusan orang dari pihak Jepang maupun Barat. Hal ini menggoyahkan hati para tentara Jepang. Mereka yang mempunyai pemikiran "daripada mati dibunuh musuh, lebih baik mati bunuh diri", akhirnya banyak diantara mereka yang memilih untuk membunuh dirinya. Tetapi, Jendral Kuribayashi tidak menginginkannya. Jendral Kuribayashi ingin "siapapun orang yang bisa bertahan, maka bertahanlah, bantulah perang hingga titik darah penghabisan". Begitu pula yang dipikirkan Saigo. Ia terus melanjutkan peperangan meskipun luka sudah sekujur tubuh, tanpa alat perang, dan air minum...

Kamis, 12 Februari 2015

Review: My Girl (2009)

My Girl.. Yang terbayang dari judulnya adalah kisah cinta seorang pria pada seorang wanita, iya, nggak? Hm.. Itu juga yang aku pikirkan sebelumnya. Komik My Girl karya Sahara Mizu ini pertama kali aku baca karena ada versi J-dorama-nya, yang diperankan oleh Aiba Masaki (Arashi) sebagai tokoh utama. Tapi, lama kelamaan, aku menyukai kedua versinya. Serial ini memberikan banyak pengalaman yang belum pernah aku alami, pengetahuan yang belum aku ketahui, dan perasaan yang belum pernah aku coba rasakan.

Dari cover yang ada, nih.. The "girl" adalah gadis mungil itu. Hehe. Mungkin karena rasa penasaran yang lebih tentang seorang anak-anak, aku mulai menyukai serial ini.

Prolog...

Kazama Masamune, seorang pekerja kantoran single berusia 23 tahun. Masamune sangat kaku terhadap orang, ditambah lagi dengan kacamata yang bertengger di depan matanya, Masamune menjadi terlihat "cupu". Oke, meskipun ia terlihat begini, di masa SMA-nya, Masamune pernah memiliki seorang kekasih bernama Tsukamoto Youko yang berusia 4 tahun di atasnya. Mereka bertemu di perpustakaan kampus Youko saat Masamune sedang persiapan untuk masuk universitas. Lambat laun mereka mendekat dan cinta terjalin di antara keduanya. Youko pernah bilang bahwa ia ingin tinggal bersama Masamune suatu saat nanti di sebuah apartemen butut di dekat persawahan. Senyum mereka rasanya tertebar sepanjang perjalanan mereka melalui persawahan itu.

Namun, kisah cinta mereka berakhir karena alasan Youko yang tidak mudah diterima oleh Masamune. "Aku akan ke Amerika. Aku mungkin akan kerja sekalian di sana. Jangan tunggu aku kembali. Mungkin aku tidak akan kembali", kata Youko. Tetapi, Masamune menghampiri Youko, ia berkata dengan yakin, "Aku akan menunggu. Berapa tahun pun akan aku tunggu. Aku akan kirimkan surat padamu setiap hari. Maka kembalilah. Aku akan menunggu."
Yah, begitu kilas baliknya. Kini Masamune sudah berhenti mengirimi Youko surat. Kenapa? Karena tak satupun surat yang ia kirim selama 4 tahun tanpa henti itu.. tak pernah mendapatkan balasan dari kekasihnya. Namun, Masamune tetap mengingat Youko.

Di tengah bengongnya Masamune di kantor, Masaumune mendapat panggilan telpon ke kantor. Yang menelponnya adalah "Tsukamoto". Setelah mendapat telpon itu, Masamune bergegas meninggalkan kantornya dan datang ke kediaman keluarga Tsukamoto. Di sana.. sedang diadakan pemakaman Youko. Merasa tak percaya. "Bukankah selama ini Youko ada di Amerika?"

Ibu Youko menghampiri Masamune. Ibu Youko menjelaskan bahwa selama ini Youko tinggal di sini. Dia pergi ke Amerika hanya sebentar. Dia bekerja di sekitar sini juga. Dia tinggal di sini bersama putrinya, Koharu, usianya 5 tahun. Putri? Jadi selama ini ia meninggalkan aku karena ia sudah memiliki seorang putri? Ia tidak pernah membalas suratku karena ia tidak ada di Amerika? 5 tahun itu setara dengan waktu perpisahan kami. Jadi.. Jadi..?

"Masamune-san.. putri Youko.."
"Iya. Dia pasti meninggalkan aku karena ia sudah dengan yang lain."
"Bukan. Masamune-san.. kau adalah ayahnya."

Minggu, 08 Februari 2015

Review: Papa to Musume no Nanokakan (2007)

Papa to Musume no Nanokakan artinya adalah Tujuh Hari Papa dan Putrinya.


Cast:
Tachi Hiroshi as Kawahara Kyoichiro
Aragaki Yui as Kawahara Koume
Kato Shigeaki as Osugi Kenta
dll.


Hooray! Setelah sekian lama pending mau nge-review dorama ini, akhirnya lanjut juga (^ u ^)

Yup, dari judul dan gambarnya kayaknya udah ketahuan, nih. Tujuh hari ayah dan putrinya.
Kawahara Koume, seorang siswi SMA yang sedang berbunga-bunga hatinya. Layaknya gadis remaja di masa puber pertamanya, Koume sedang jatuh cinta pada sang kakak kelas, Kenta. Masa -masa PDKT dengan si senpai dan bertingkah layaknya seorang remaja putri pada umumnya. Tetapi, Koume punya masalah di keluarganya. Ia tidak akur dengan ayahnya. Ya, layaknya seorang remaja putri, ia tidak ingin dekat-dekat ayahnya yang terlihat seperti lelaki tua yang penampilan dan pikirannya "kolot".

Suatu hari, ketika Koume mengunjungi rumah neneknya di perkampungan yang dalam, pulangnya ia hanya pergi berdua dengan ayahnya naik kereta. Itu.. karena Koume harus sekolah dan ayahnya harus kerja. Mereka duduk berjauhan. Sebelum pulang, ayahnya, -sebut saja Papa- diberi oleh-oleh oleh ibunya, buah momo. Buah momo itu dianggap memiliki kekuatan yang dapat mengabulkan permohonan yang memakannya. Di kereta, akhirnya Papa berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan sang putri. Ia mengajak Koume untuk makan buah momo bersama. Namun, tiba-tiba kereta yang mereka tumpangi itu kecelakaan sedang mereka dalam posisi berpelukan sambil menyebut nama masing-masing. "Koume~", "Papa~"

Koume dan Papa tersadar di sebuah ruang rumah sakit. Mereka mendapatkan luka ringan sehingga mereka bisa langsung pulang. Tapi... Kenapa Papa ada di tubuh Koume dan Koume ada di tubuh Papa???

Sabtu, 07 Februari 2015

Review: Amnesia (2013)

Amnesia.. Hilang ingatan.. Ya, itulah yang terjadi pada tokoh utama cerita ini, amnesia.
Anime amnesia adalah adaptasi dari game visual novel dengan judul yang sama, Amnesia. Amnesia.. Amnesia.. Amnesia..


Amnesia adalah masalah pokok yang dihadapi oleh si tokoh utama, teteh cantik yang pendiam ini. Teteh ini memang tidak dirancang untuk punya nama (sepertinya), karena sepanjang cerita, tidak ada yang menyebutkan namanya dan dia sendiri tidak mengingatnya. Oke, kita sebut saja Heroine (tokoh utama wanita).

Diketahui bahwa Heroine adalah seorang mahasiswi yang bekerja sampingan sebagai waitress di cafe maid, "Meido no Shitsuji". Setelah mengalami amnesia, Heroine memiliki kemampuan untuk melihat dan berkomunikasi dengan spirit berwujud bocah laki-laki bernama Orion. Heroine mendapatkan saran dan menjadi teman ngobrolnya dalam kebingungan. Dalam kebimbangannya, Heroine berusaha untuk bisa mendapatkan lagi ingatannya yang hilang.

Pada episode 1, 4 Agusus, Heroine pingsan di cafe tempatnya bekerja, tetapi ketika ia sadar, ia tidak kenal siapapun. Amnesia. Heroine hanya memiliki serpihan-serpihan ingatan yang muncul, tetapi tetap belum bisa membantunya mengingat. Tanpa ada yang menyadari hal itu, akhirnya Heroine diantar pulang oleh dua pekerja paruh waktu lainnya, Shin dan Toma. Dari obrolan mereka, mereka bertiga adalah teman sejak kecil. Heroine yang tidak dapat mengikuti percakapan memuat orang-orang disekitarnya menjadi resah dan merasa ada yang ganjil dengan Heroine.

Tanpa mengetahui apa-apa, Heroine diberi tahu bahwa para pekerja paruh waktu di cafe tersebut akan melakukan wisata. Malamnya mereka pergi ke gunung untuk melihat hujan meteor dengan jelas. Ketika Heroine sedang ngobrol dengan Orion di belakang rombongan, tanpa sadar, ternyata Heroine telah tertinggal rombongan dan hanya berdua dengan Shin. Mengingat serpihan ingatan Heroine terhadap Shin ".. ku... sudah membunuh orang..", Heroine ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri dari Shin. Namun, sayang.. Heroine jatuh ke dalam jurang.

Sesadarnya Heroine, ia berada di atas kasur rumah sakit dengan perban di lehernya. Shin datang menjenguknya. Namun, ada hal yang membuat ganjil.. Kalender menyatakan hari itu adalah tanggal 1 Agustus.
"Kau bengong saja, sudah bangun?"
Menghadapi keganjilan itu, Heroine hanya bisa diam, berpikir keras tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"hm.. Sini, biar aku bangunkan kau..", kemudian, Shin mencium Heroine.

Jumat, 06 Februari 2015

Review: Sket Dance (2011)

SKET DANCE!!!


Yeaaaay~!
Bossun, Himeko, Switch - Trio dari club penolong dari sekolah Kaimei High School. Trioul ini gabungan orang-orang yang punya waktu luang yang sangat luang. Saking luangnya, akhirnya mereka membentuk club penolong sekolah, khususnya untuk sekolahnya sendiri.

Meskipun terkesan gabut, SKET Dan ini punya ruang klubnya sendiri, lho~ dilengkapi dengan tatami, komputer, loker, meja, kursi, dan perlengkapan nge-teh.

Anime - Manga ini cocok buat yang suka cerita TROLL [huahahahahahaha]

SKET Dan = klub SKET
S: Support
K: Kindness
E: Encouragement
T: Troubleshoot

Tokoh utamanya yang juga pendiri SKET Dan ini bernama Fujisaki Yuusuke a.k.a. Bossun. Seperti isa dilihat sendiri di gambar, dia pakai topi merah Popman, google, kaos yang offside dari seragamnya, celana pendek, sendal (?), dan hand band berlogo SKET design-nya sendiri. Bossun ini adalah karakter boke, yaitu suka ngelawak. Muka Bossun bisa berubah-ubah, lho. wkwkwk. Selain itu, Bossun punya keahlian, yaitu konsentrasi penuh. Kalau Bossun udah masuk mode konsentrasi, pasti masalah yang ia sedang pecahkan akan terpecahkan, termasuk soal matematika. Plus, Bossun jago bikin origami!

(Ini contoh muka Bossun)

Kamis, 05 Februari 2015

Review: Shingetsutan Tsukihime

Shingetsutan Tsukihime atau Lunar Legend Moon Princess adalah anime yang diadaptasi dari visual novel ber-genre fantasi - roman. Shingetsutan Tsukihime juga diadaptasi ke dalam bentuk manga dengan judul yang sama.

Gabungan antara thriller, roman, school life, misteri, fantasi, dan keluarga membuat anime ini berhasil buat aku jadi very excited~ !!

Kisahnya berawal dari pernyataan sang tokoh utama, Tohno Shiki, yang baru sadar dari kondisi koma-nya. Dokter bilang Shiki menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan ada kaca yang menancap pada dadanya, sehingga terdapat luka besar di dadanya. Namun, selain mendapatkan luka tersebut, Shiki menjadi bisa melihat garis-garis gaib. Garis itu hanya dapat dilihat oleh mata spesial "Pengelihatan Akan Kematian". Garis-garis itu adalah garis kehancuran yang sangat mudah diputus, bahkan dengan pisau buah sekalipun.

Shiki kemudian bertemu seseorang bernama Aoko yang memberi dia kacamata spesial yang dapat membuat Shiki tidak dapat melihat garis kematian tersebut. Sejak saat itu, Shiki terus menggunakan kacamata tersebut.
Kecelakaan yang dialami oleh Shiki membuat tubuhnya lemah dan memiliki anemia, sehingga ia sering pingsan. Oleh karena itu, orang tuanya memindahkannya ke rumah keluarga kerabatnya, Arima, untuk dirawat. Selain itu, orang tuanya tidak menjadikan Shiki menjadi penerus keluarga Tohno, melainkan adiknya, Akiha.

Cukup dengan background kehidupan Shiki.

Cerita ini dimulai dengan kehiduppan Shiki delapan tahun setelah kecelakaan itu. Shiki diminta adiknya untuk kembali tinggal di mansion keluarga Tohno untuk menemaninya sepeninggal orang tuanya. Ketika Shiki pulang lebih cepat dari sekolah karena anemia, ia melihat seorang wanita berambut pirang dan bermata merah lewat di hadapannya. Sontak membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya, tapi ini bukan karena Shiki jatuh cinta pada pandangan pertama! Melainkan hasrat ingin membunuhnya timbul. Ia melepas kacamatanya dan mengejar wanita itu. Saat ia sadar, ia sudah di taman, dengan wanita yang telah terpotong menjadi 17 bagian di hadapannya. Kemudian Shiki pingsan di kubangan darah wanita itu.