Kamis, 12 Februari 2015

Review: My Girl (2009)

My Girl.. Yang terbayang dari judulnya adalah kisah cinta seorang pria pada seorang wanita, iya, nggak? Hm.. Itu juga yang aku pikirkan sebelumnya. Komik My Girl karya Sahara Mizu ini pertama kali aku baca karena ada versi J-dorama-nya, yang diperankan oleh Aiba Masaki (Arashi) sebagai tokoh utama. Tapi, lama kelamaan, aku menyukai kedua versinya. Serial ini memberikan banyak pengalaman yang belum pernah aku alami, pengetahuan yang belum aku ketahui, dan perasaan yang belum pernah aku coba rasakan.

Dari cover yang ada, nih.. The "girl" adalah gadis mungil itu. Hehe. Mungkin karena rasa penasaran yang lebih tentang seorang anak-anak, aku mulai menyukai serial ini.

Prolog...

Kazama Masamune, seorang pekerja kantoran single berusia 23 tahun. Masamune sangat kaku terhadap orang, ditambah lagi dengan kacamata yang bertengger di depan matanya, Masamune menjadi terlihat "cupu". Oke, meskipun ia terlihat begini, di masa SMA-nya, Masamune pernah memiliki seorang kekasih bernama Tsukamoto Youko yang berusia 4 tahun di atasnya. Mereka bertemu di perpustakaan kampus Youko saat Masamune sedang persiapan untuk masuk universitas. Lambat laun mereka mendekat dan cinta terjalin di antara keduanya. Youko pernah bilang bahwa ia ingin tinggal bersama Masamune suatu saat nanti di sebuah apartemen butut di dekat persawahan. Senyum mereka rasanya tertebar sepanjang perjalanan mereka melalui persawahan itu.

Namun, kisah cinta mereka berakhir karena alasan Youko yang tidak mudah diterima oleh Masamune. "Aku akan ke Amerika. Aku mungkin akan kerja sekalian di sana. Jangan tunggu aku kembali. Mungkin aku tidak akan kembali", kata Youko. Tetapi, Masamune menghampiri Youko, ia berkata dengan yakin, "Aku akan menunggu. Berapa tahun pun akan aku tunggu. Aku akan kirimkan surat padamu setiap hari. Maka kembalilah. Aku akan menunggu."
Yah, begitu kilas baliknya. Kini Masamune sudah berhenti mengirimi Youko surat. Kenapa? Karena tak satupun surat yang ia kirim selama 4 tahun tanpa henti itu.. tak pernah mendapatkan balasan dari kekasihnya. Namun, Masamune tetap mengingat Youko.

Di tengah bengongnya Masamune di kantor, Masaumune mendapat panggilan telpon ke kantor. Yang menelponnya adalah "Tsukamoto". Setelah mendapat telpon itu, Masamune bergegas meninggalkan kantornya dan datang ke kediaman keluarga Tsukamoto. Di sana.. sedang diadakan pemakaman Youko. Merasa tak percaya. "Bukankah selama ini Youko ada di Amerika?"

Ibu Youko menghampiri Masamune. Ibu Youko menjelaskan bahwa selama ini Youko tinggal di sini. Dia pergi ke Amerika hanya sebentar. Dia bekerja di sekitar sini juga. Dia tinggal di sini bersama putrinya, Koharu, usianya 5 tahun. Putri? Jadi selama ini ia meninggalkan aku karena ia sudah memiliki seorang putri? Ia tidak pernah membalas suratku karena ia tidak ada di Amerika? 5 tahun itu setara dengan waktu perpisahan kami. Jadi.. Jadi..?

"Masamune-san.. putri Youko.."
"Iya. Dia pasti meninggalkan aku karena ia sudah dengan yang lain."
"Bukan. Masamune-san.. kau adalah ayahnya."

Singkat cerita...

Akhirnya Masamune dan Koharu sepakat untuk tinggal bersama. Masamune membawa Koharu ke apartemen tempat ia tinggal. Ya, itu adalah apartemen butut yang diinginkan Youko dulu. Koharu berharap ia bisa mengenal Mama-nya pada waktu ia belum ada dan Masamune berharap Koharu bisa mengenal kekasihnya pada waktu Koharu masih kecil. "Aku ingin tinggal bersama orang yang Mama cintai, di tempat yang Mama cintai, sambil mengenang Mama yang aku cintai."
Dari sana, dimulailah bagaimana perjuangan Masamune untuk bisa hidup bersama gadis kecilnya. Bagimana ia melupakan kesedihan akan kekasihnya. Bagaimana ia menjelaskan pada publik tentang situasinya. Hm.. Dan yang terpenting adalah proses bonding antara ayah dan anak ini. Selain itu.. akankah Masamune menikah nantinya? Adakah orang yang mau menikahi seorang ayah yang belum menikah ini? Sedang ibunya terus menjodoh-jodohkannya dengan wanita yang tidak ia kenal.

Huaw, pokonya!
bonding itu akan terjadi seiring berjalannya waktu. Selama apa kamu ada di sisi yang kamu cintai, sebesar apa pengorbanan kamu untuk yang kamu cintai, sebanding dengan hubungan yang akan terjalin. Meskipun itu berarti kamu harus meluangkan waktu untuk sekedar menjalani Lazy Day bersama. Jalan cerianya nggak terbayangkan, jadi penasaran terus. Dan untuk ending-nya, puas, deh (^ u ^).
-----------------------------------------------------------------------------------
Selain ceritanya yang menarik hati.. Aku juga kepincut sama gaya gambarnya Sahara Mizu yang unik. Nggak kayak manga-manga shoujo pada umumnya, tapi nggak mirip manga shounen juga. Unik. Warna yang digunakan juga unik, terutama untuk cover, warnanya suka abstrak, kadang kayak pake cat air gitu.. Tapi keren. Aku suka (^ u ^).
---------------------------------------------------------------------------------
Untuk versi komik dan versi dorama, aku sih prefer yang komik, karena lebih lengkap dan nggak mendramatisir. Ceritanya menyerupai kehidupan nyata, dari setting, perkembangan usia-tubuh, dan ekspresi/ tindakan yang diambil dalam menghadapi suatu masalah. Jadi, nggak kayak cerita yang fantasi gitu. Tapi, doramanya sengaja dibuat setting yang beda supaya lebih cepet ngasih impact buat penontonnya, well, ya, karena episodenya sedikit. Yah, aku juga kena, sih. Tapi, tetep prefer yang komik. Hehe.
Oke. Cukup sekian review-nya. Mangga yang makin penasaran sama komik ataupun doramanya.
Otanoshimini~ (^ u ^)//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar