Minggu, 24 Mei 2015

Review: 14 Sai no Haha (2006)

14 Sai no Haha atau Ibu Berumur 14 Tahun. Dari judulnya kontroversi sekali, bukan? Ya, begitu juga dengan ceritanya. Tarik nafas dulu, ya.. Hafuh.. Hafuh.. Right, sekarang coba dilihat dulu gambarnya :)



Cerita ini dimulai dengan kehadiran sang tokoh utama, Ichinose Miki (14 tahun), seorang siswi SMP khusus perempuan yang elite. Miki memiliki karakter yang agak nakal dan suka mencoba untuk melanggar peraturan sekolah. Dengan hobinya berbicara panjang, ia menjadi salah satu penyiar radio sekolah, yang sering diomeli gurunya karena cara ngomongnya yang nyeleneh.

Di sini ada tokoh utama pria, seorang siswa tampan dari SMP elite, teman les Miki, Kirino Satoshi (15 tahun), anak dari seorang single parent pemimpin sebuah perusahaan ternama yang sering masuk TV, Kirino Shizuka (33 tahun). Satoshi atau akrab juga dengan panggilan "Kiri-chan" atau "shounen" (cowok) ini merupakan orang yang sangat dimajakan dengan uang oleh ibunya. Hal itu membuat Satoshi cukup marah dan berusaha melakukan hal yang tidak diinginkan oleh ibunya.

Di hari les, Satoshi sangat down karena perbuatan ibunya, akhirnya Miki mengajak Satoshi untuk bolos les bersama dan pergi ke game station, Satoshi bermaksud untuk menjadi anak nakal dan menghabiskan uang dari ibunya. Tiba-tiba mereka dihampiri sekumpulan preman yang mengejar mereka dan memukuli Satoshi. Mereka kemudian kabur dan masuk ke sebuah rumah pohon. Di sana mereka saling khawatir dan kemudian tertawa bersama. Sambil memandangi langit yang menggantung di sana bulan purnama, mereka berbaring dan mereka melakukan -something they shouldn't do-. "Aku pikir.. kita tidak seharusnya melakukan ini.." "Aku tidak tahu.."

Dua bulan setelah itu, Miki sadar bahwa dia terlambat datang bulan. Dia berusaha bertemu dengan Satoshi dan mengajaknya bicara.. "Apa kau suka anak-anak? Umur berapa kau ingin menikah? Apakah kau ingin menikah?". Namun, jawaban Satoshi, "Aku tidak suka, mereka berisik. Aku.. tidak ingin menikah. Setelah melihat ibuku seperti itu, aku tidak pernah ingin menikah."

Miki kemudian pergi ke drug market untuk membeli test pack. Sayangnya, uangnya tidak cukup. Akhirnya, ia pergi dari sana dengan test pack yang ia selundupkan ke dalam bajunya. Setibanya di rumah, Miki langsung menggunakannya. Dan hasilnya... dua garis, positif. Ia pergi lagi menemui Satoshi untuk menyatakan perasaannya dan jawaban Satoshi, "Aku juga suka sama kamu.." dan ketika Miki bilang bahwa ia hamil, Satoshi bilang, "Aku akan pikirkan dulu, esoknya "Maafkan aku.."

Pertarungan Miki dimulai di sana. Orang tuanya tercengang menemukan test pack di kamar Miki. Semua orang menyuruhnya untuk cepat-cepat menggugurkan kandungannya. Namun, Miki tidak menggubris, ia teguh pada pilihannya, "Aku akan melahirkan anak ini". Miki keluar dari sekolah, mendapat pandangan sinis dari tetangga dan semua orang yang melihatnya. Adiknya, Kenta (siswa SD), dijauhi karena kakaknya hamil. Dan banyak perlakuan buruk yang terjadi pada kesehariannya. Berubah 180 derajat. Di sisi lain, keluarga Kirino juga diserang oleh sebuah majalah yang mengungkit adanya kasus anak umur 15 tahun yang menjadi seorang Papa. Kerjaan orang tua Satoshi pun dalam kondisi yang sulit, sehingga ibunya stres.