Selasa, 11 Agustus 2015

Introduction: Sakurazawa Yuuta (桜沢雄太)

Sakurazawa Yuuta (桜沢雄太) adalah tokoh dari "Salju Merah Muda" yang belum pernah dirilis, sih, hehe. Well, ini salah satu cerita yang aku suka. Cerita ini ditulis berawal dari karena mau ikutan lomba cerpen tenatang musim, tapi nggak jadi di-submit, karena ini dan itu, haha.

Okay, let's begin the introduction  dari seorang kenalannya <3
- - -
Sakurazawa-kun itu sangat rapi. Ya, sebagai seorang seniman, rapi memang diperlukan, untuk menjaga hasil karyanya yang sangat berharga.
Pertemuan yang berawal dari kontrak kerja ini membawa aku jatuh cinta pada salah satu hasil jepretannya. "Haru no matsuri (春の祭り)" artinya festival musim semi. Aku yang nggak pernah datang ke festival, karena sibuk dengan kerjaanku, jadi merasa kecewa sendiri waktu tau kalau ternyata festival itu terlihat sangat menyenangkan. Rasa kesal membuat aku menjadi menggebu-gebu sendiri. Aku ajak Sakurazawa-kun untuk HARUS MAU  menemani aku ke festival musim semi selanjutnya.
---the response is: Yes.---
TAPI aku harus selesaikan tugasku terlebih dahulu, supaya nggak kepikiran waktu ke festival.
---my response is: OKE!---

"Sakurazawa-kun", kepanjangan nggak, sih? Tapi, kalau manggil nama kecilnya... Anu.. Mm.. Nggak jadi deh. //blush//

Sakurazawa-kun itu... Apa yang aku suka dari dia? Hm.. AH! Luarnya cool. (titik, ya.) As I can see, memang parasnya biasa aja, tapi cool. As a mature guy, dia punya pola pikir yang tenang, cara ngomong yang enak, dan! LAIN LAH. //huahahaha//

Senin, 03 Agustus 2015

Review: Barakamon (2014)

BARAKAMON~
Wait, ini bukan cerita macam Pok*mon atau Dig*mon, ya. Ini Barakamon! Let me introduce you to the main protagonist, ehm..

HANDA Seishuu
Anak muda berusia 23 tahun ini adalah seorang kaligrafer (?). Handa selalu menargetkan dirinya untuk mendapatkan juara 1 pada setiap kompetisi yang ia ikuti (poko'e harus menang!).

Pada episode 1, kaligrafi Handa yang sudah berhasil meraih juara 1 dicemooh oleh direktur penyelenggara kompetisinya. Sang direktur bilang bahwa Handa hanya menirukan gaya kaligrafi ayahnya, Handa Seimei. Handa hanya menjiplak kerja ayahnya, layaknya anak sekolah yang menjiplak kaligrafi dari buku sekolah. Handa langsung menonjok wajah direktur itu sampai terjatuh.


(Sumber: https://yamaguchihoshiko.files.wordpress.com/2014/08/screen-shot-2014-08-01-at-11-44-38-pm.png)

Menyadari sikap anaknya yang sangat kekanak-kanakan, Handa Seimei mengirim anaknya ini ke pulau Goto, sebuah pulau terpencil yang berada di dekat Kyuushuu. Sejak saat itu, Handa mulai belajar untuk menjadi orang yang dewasa.

Well, sebenernya bukan kemauan Handa untuk menjadi lebih dewasa di pulau Goto. Ayahnya bilang bahwa Handa harus mencari style-nya sendiri, yang bisa ia dapatkan setelah datang ke pulau Goto. TAPI!! Handa malah bertemu dengan anak-anak cewek SMP, Miwa dan Tamako, serta anak SD, Naru, yang menggunakan rumah tinggal Handa sebagai basecamp mereka. Selain itu, berkat mereka, Handa jadi di"gandoli" sama anak-anak lain, kayak di gambar ini ---->>>
(Sumber: http://wanabrar.com/blog/wp-content/uploads/2014/08/410.gif)

Hidup Handa berubah 180 derajat! Dari yang tadinya tinggal di Tokyo sebagai anak kesayangan satu-satunya yang punya banyak hal yang bisa dituruti. Punya komputer, online, HP, dll. Hidup sebagai anak yang kurang gaul dan jarang ngomong. Setelah dia pindah ke pulau Goto, dia harus mau dikerubungin orang desa yang suka ngasih makan, anak-anak kecil yang suka ngajak main, dan terputus dari internet setelah badai besar dan semua barang elektroniknya rusak. Handa... sabar, ya..

Benarkah Handa akan menemukan style-nya setelah pindah ke pulau Goto? Dengan adanya bocah kayak begini??

(Sumber: https://38.media.tumblr.com/022fd76c7878deba1f358e8066302b91/tumblr_nq4dhnwilP1tgx9xno2_500.gif)