Jumat, 20 Mei 2016

Siluet

Ketika hidup terasa begitu penat,
Ketika semua pengorbanan tidak menghasilkan yang diharapkan,
Hati merasa ingin berhenti dan berhenti,
Tetapi siluet itu terjaga di setiap malam ketika aku pulang.

Ketika lelah telah menyelimuti,
Ketika kerja sudah tiada hasrat,
Siluet itu tetap menanti hadirku di setiap malam ketika yang lain tertidur lelap,
Sebuah lengkungan selalu menyambut hadirku.

Di malam ketika hanya detak jam yang terdengar,
Teh hangat disodorkan padaku di meja makan,
Kulihat tatapan lembut menatapku,
Telinga-telinga siap menyimak curahan hatiku.

Kemudian sisi hati yang lain bertanya,
“Bagaimana bisa aku mengecewakan siluet yang selalu menanti kedatanganku meski bulan hampir kembali pulang?”
Hidupku untuk membahagiakan siluet itu, bukan untuk menyerah karena hati merasa lelah

Siluet itu menyadarkanku, bahwa hidupku bukan untukku saja.


Mariska A. Setiabudi
Suatu hari, 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar