Minggu, 09 Oktober 2016

Surat Untuk Adik yang Menikah Duluan

Untuk adik yang menikah duluan,
Juang Chandra Bima.

De', dulu kita selalu bareng, dari waktu masih di perut ibu malah. Terlahir sebagai saudara kembar yang cuma beda beberapa menit sama kamu, rasanya aku nggak berhak manggil kamu sebagai adik. Tapi, biarin aja lah, hehe. Orang tua kita memberi kita nama yang berbeda, tidak seperti keluarga lain yang memberi nama yang sama atau mirip untuk anak kembarnya. Aku Surya dan kamu Chandra. Aku Ares dan kamu Bima. Intermezzo.

De', aku nggak nyangka kamu memutuskan untuk menikah secepat ini. Kamu masih 23 tahun. Aku juga. Dan yang paling bikin aku kaget, kamu menikah sama temen sekolah aku, Hanifa Asmarini. Tau, Bim? Aku khawatir dia salah orang. Bukannya apa-apa, tapi, kalian kan belum pernah ketemu sebelumnya. Hani dateng ke rumah bareng sama temen-temen sekolah aku buat jengukin aku waktu sakit dan kamu ada di sana. Muka kita kan mirip banget, Bim, kamu yakin dia nggak salah orang? Hehe. Itu yang aku pikir dulu, tapi kalian udah nikah, berarti kalian udah yakin satu sama lain. Selamat berbahagia, ya, Bim. Kamu jangan sakit terus, buat istri kamu bahagia. Punya anak-anak yang baik. Nanti kita bareng-bareng lagi. Aku harap kerja di Korea nggak selama yang Ayah bilang. Sampai ketemu lagi, Bim.

Kakak yang diduluin nikah,
Surya Aresta Sufyan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar